Info Terlengkap Seputar BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan – Apa itu BPJS Ketenagakerjaan? Pertanyaan ini merupakan salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam masyarakat kita. Terutama bagi mereka dari kalangan pekerja.

Apakah perlu tenaga kerja mendapatkan pelayanan jaminan ini? Kira-kira apa saja manfaatnya? Kali ini InfoBPJSOnline akan berbagi informasi seputar BPJS Ketenagakerjaan. Yuk simak infonya berikut ini:

Definisi BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan sendiri merupakan suatu lembaga yang bertanggungjawab kepada Presiden yang berfungsi untuk memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja Indonesia baik sektor formal maupun informal dan orang asing yang bekerja di Indonesia sekurang-kurangnya 6 bulan.

BPJS Ketenagakerjaan via kaskus
BPJS Ketenagakerjaan via kaskus

Apa Perbedaan  dengan PT. Jamsostek?

BPJS Ketenagakerjaan sendiri merupakan hasil perubahan dari PT. Jamsostek. Jadi bagi pekerja formal dan non formal kini tidak lagi berurusan dengan Jamsostek, karena sudah badan penjamin tenaga kerja ini sudah ‘berevolusi’ menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

Status kepesertaan dari program Jamsostek setelah PT. Jamsostek berubah

Pertanyaan ini mungkin juga sering muncul, bagaimana status kepesertaan program Jamsostek itu sendiri? Nah, untuk perusahaan dan pekerja mandiri yang sudah menjadi peserta program Jamsostek untuk program JHT, JKK dan JK, kepesertaannya tidak mengalami perubahan dan tidak perlu melakukan registrasi ulang. Bagi perusahaan dan pekerja mandiri yang menjadi peserta program JPK perlu melakukan pendaftaran ulang ke BPJS Kesehatan (dulunya PT Askes). 

Apakah Kartu Peserta Jamsostek  yang dimiliki peserta masih dapat digunakan?

Kartu Peserta Jamsostek  masih dapat digunakan di BPJS Ketenagakerjaan tanpa mengurangi fungsinya sehingga tidak perlu dilakukan penggantian/pencetakan ulang. 

Bila tidak didaftarkan oleh perusahaan

Tenaga kerja dapat melaporkan hal tersebut ke Disnaker setempat atau Kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) yang dulunya adalah program dari PT. Jamsostek

Nah, untuk program JPK sendiri semuanya tetap berjalan namun untuk kepesertaan maupun aset dan liabilitasnya diserahkan kepada BPJS Kesehatan. Hal ini didasarkan pada Undang-Undang No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial, pengelolaan JPK yang diselenggarakan oleh PT Jamsostek (Persero).

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan 

Kira-kira apa saja manfaat BPJS Ketenagakerjaan? Berikut ini beberapa manfaat yang akan anda diperoleh:

  • Jaminan Hari Tua (JHT)

Program BPJS Ketenagakerjaan yang pertama adalah program jaminan hari tua (program JHT). Nah, untuk program ini maka perusahaan akan menanggung sebanyak 3.7 persen dari total iurannya.

Anda akan mendapatkan semua iuran yang dikumpulkan tersebut setelah memasuki masa pensiun, yaitu saat berumur 55 tahun. Jumlah total klaim iuran itu biasanya lebih besar karena sebelumnya BPJS Ketenagakerjaan menginvestasikan dana iuran peserta tersebut, sehingga peserta mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan. Untuk peserta yang meninggal atau cacat permanen juga tetap mendapat klaim iuran tersebut.

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Untuk program BPSJ Ketenagakerjaan yang kedua adalah jaminan kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja kerap terjadi untuk sektor pekerja konstruksi, tambang, bangunan dan lain sebagainya.

Untuk mengcover ini maka pihak BPJS Ketenagakerjaan memberikan semacam jaminan untuk pesertanya. Bagi anda yang mengalami kecelakaan kerja, maka pihak BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan kompensasi dan rehabilitasi bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan pada saat mulai berangkat kerja sampai kembali ke rumah atau menderita penyakit akibat hubungan kerja.

Bagaimana dengan iurannya? Untuk JKK sendiri dibayarkan sepenuhnya oleh perusahaan, yang nilainya 0,24 persen hingga 1,74 persen sesuai dengan kelompok usaha.

  • Jaminan Kematian (JK)

Program berikutnya adalah Jaminan kematian. Dimana setiap peserta akan mendapatkan Rp 21 juta. Uang tersebut terdiri dari santunan kematian sebesar Rp 14 juta dan biaya pemakanan Rp 2 juta dan santunan berkala. Program ini menjamin kematian yang bukan karena kecelakaan kerja. Yang mendapatkan jaminan ini adalah ahli waris dari pegawai tersebut.

  • Bukan Penerima Upah

Program berikutnya dikhususkan untuk pekerja bukan penerima upah, biasanya mereka yang bekerja dari sektor non formal seperti pedagang, petani dan orang-orang yang punya usaha sendiri. Iurannya ditanggung sendiri dan ditetapkan berdasarkan upah minimum provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten (UMK)

  • Sektor Jasa Konstruksi

Selanjutnya, untuk sektor jasa konstruksi. Semua pekerja konstruksi didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu berlaku untuk semua pekerja termasuk tenaga kerja harian lepas, tenaga borongan atau tenaga kerja yang terikat perjanjian kerja tertentu. Jaminan sosial untuk program ini biasanya kombinasi antara JKK dan JK dengan jumlah iuran 0,24 persen dari total proyek.

 

Bagaimana Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan

Untuk anda yang akan mencarikan dana BPJS Ketenagakerjaan, anda hanya tinggal mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Ada beberapa persyaratan yang harus anda ketahui sebelum mencarikan dana.

Salah satu syaratnya adalah telah menjadi anggota selama lima tahun. Jadi seandainya Anda baru menjadi peserta selama setahun dan keluar dari perusahaan yang mendaftarkan Anda, Anda tidak bisa mengklaim dana BPJS itu langsung. Anda harus menunggu hingga lima tahun kemudian.

Kondisi saat ini lebih mudah karena Anda tinggal mengakses website www.bpjsketenagakerjaan.go.id untuk bisa melakukan klaim secara online. Selain itu Anda juga bisa mengecek berapa jumlah dana Anda yang tersimpan hanya dengan mendaftarkan nomer kepesertaan di kartu BPJS Ketenagakerjaan milik Anda.

Siapa-Siapa Saja yang Mendapatkan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan?

Pertanyaan ini mungkin sering muncul di benak anda. Sebenarnya sedikit banyak sudah dijawab di atas. Namun ada baiknya kalau dirangkum. Untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan sendiri meliputi semua pekerja di Indonesia baik di sektor formal maupun non formal.

Untuk anda yang bekerja di sektor formal, Pihak perusahaan harus mendaftarkan pegawai mereka untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan juga menanggung sejumlah iuran BPJS ketenagakerjaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Jika perusahaan tempat anda bekerja tidak mau mendaftarkan kepsertaan anda, maka anda bisa melaporkan perusahaan tersebut ke ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat supaya bisa ditindaklanjuti.

Sementara untuk anda yang bekerja di sektor non formal juga bisa mendapatkan BPJS ketenagakerjaan dengan membayar sendiri uang kepesertaan sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Peserta BPJS Ketenagakerjan yang ketiga adalah WNA. Yaitu warga negara asing (WNA) yang bekerja di Indonesia setidaknya paling lama enam bulan.

Mengapa BPJS Ketenagakerjaan Itu Perlu?

Kira-kita dari penjabaran di atas anda tentu sudah bisa membaca gambaran umum kenapa harus ikut BPJS Ketenagakerjaan bukan? Karena terdapat banyak program yang memberikan perlindungan dasar yang menjamin pekerja.

Termasuk perlindungan dari dari ketidakpastian seperti risiko sosial dan ekonomi yang bisa terjadi. Contoh risiko adalah kecelakaan kerja, sakit, kematian, masa pensiun dan lain-lain. Sehingga pekerja tidak harus menanggung beban tadi sendirian karena akan dibantu oleh program BPJS Ketenagakerjaan itu juga.

Besaran yang Kita Peroleh dari BPJS Ketenagakerjaan

Berikut ini kami ambil dari Liputan6 besaran dana yang akan kita peroleh dari 4 program BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut antara lain, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JK), dan Jaminan Pensiun (JP).

1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Terkait JKK, program ini ialah perlindungan atas risiko kecelakaan kerja. Jika peserta atau pekerja mengalami kecelakaan maka BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan perlindungan berupa seluruh biaya perawatan di rumah sakit.

Kalau ada pekerja peserta yang mengalami kecelakaan mulai dari berangkat dari rumah ke kantor balik ke rumah mengalami kecelakaan dan harus dirawat di rumah sakit, maka seluruh biaya perawatan akan ditanggung. Di rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS tidak ada limitnya.

Selama tidak bekerja, peserta tersebut masih tetap menerima upah dengan ketentuan dari BPJS Ketenagakerjaan. Lalu, BPJS juga akan memberikan santunan apabila kecelakaan berdampak pada cacatnya peserta.

Kalau sampai cacat tidak bisa kerja lagi akan dididik, dilatih, dan dikembalikan untuk kerja. Itu program kembali kerja. 

2. Jaminan Kematian 

Peserta akan mendapatkan manfaat berupa uang tunai kepada ahli warisnya dengan total sebanyak Rp 36 juta.

Ada manfaat lagi manfaat JKM peserta kita meninggal karena sebab apapun akan diganti santunan kematian kepada ahli warisnya. Besarnya adalah Rp 24 juta ditambah dengan beasiswa kalau punya akan kita beri beasiswa anak Rp 12 juta. (Total) 36 juta.

Namun, jika pekerja meninggal karena kecelakaan kerja maka santunan yang diberikan sebesar 48 kali gaji terakhir. Kalau pekerja ini meninggal karena kecelakaan kerja itu beda lagi diberikan santunan kematian 48 kali gaji yang dilaporkan. Kalau gaji misal Rp 5 juta akan ganti 48 kali gaji yang dilaporkan Rp 5 juta tersebut.

3. Jaminan Hari Tua

Program ini selayaknya tabungan untuk masa tua. Dimana, peserta akan menerima secara total uang yang jadi iuran ke BPJS Ketenagakerjaan berikut dengan pengembangannya.

4. Jaminan Pensiun

Program jaminan pensiun sama layaknya manfaat pensiun yang diterima oleh pegawai negeri sipil (PNS). Pekerja akan menerima uang yang dibayarkan setiap bulan saat memasuki usia pensiun.

Kalau sudah ikut iuran lebih 15 tahun kemudian pensiun akan dibayarkan pensiun bulanan, setiap bulan akan dibayar. Berapa besarnya, sekitar 40 persen dari gaji terakhir. Tapi memang yang dilaporkan sesuai ketentuan, gaji yang dilaporkan BPJS dibatasi Rp 7,7 juta sehingga diperkirakan masyarakat akan menerima pensiun 40 persen dari Rp 7,7 juta.

JP akan diterima peserta sampai meninggal. Jika peserta meninggal, maka dana pensiun ini akan diberikan ke janda atau duda peserta yang menjadi ahli waris.

Untuk janda dudanya meninggal apakah berhenti? Kalau punya anak, anak yang menerima uang pensiun sampai usia 23 tahun.

Demikianlah info seputar BPJS Ketenagakerjaan dari kami. Semoga bermanfaat. Simak juga: 9 Fakta Perbandingan BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Swasta, Mana yang Lebih Baik?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *