9 Fakta Perbandingan BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Swasta, Mana yang Lebih Baik?

Perbandingan BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Swasta – Saat ini ada banyak sekali bermunculan lembaga asuransi swasta, baik itu konvensional maupun syariah. Selain pihak swasta, pemerintah juga sedang gencar-gencarnya mengembangkan program asuransi  kesehatan yang dipayungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

BPJS yang muncul kemudian dinilai justru akan “mengusur” kedigdayaan perusahaan asuransi kesehatan swasta yang sudah ada sebelumnya.

Nah, kira-kira bagaimana sebenarnya? Mana yang lebih unggul, apakah BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan swasta?

Meskipun pemerintah sudah meluncurkan BPJS Kehsehatan untuk “menjamin” salah satu hajat hidup manusia, namun ternyata tidak sedikit juga yang lebih melirik pihak swasta untuk “menjamin” kesehetan mereka kedepannya.

Perbandingan BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Swasta
Perbandingan BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Swasta

Tahukah anda ternyata ada orang yang menjadi peserta BPJS dan asuransi kesehatan swasta sekaligus!

Perbandingan BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Swasta

Mari kita lihat perbandingan BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan swasta, mana kira-kira yang lebih unggul.

1. Angka Besaran Premi

Pertama mari kita lihat tarif atau besaran premi yang harus dibayarkan. Karena biasanya semakin murah maka pelayanan atau kualitas juga mengikuti.

Asuransi Kesehatan Swasta

Untuk pihak swasta sendiri, besaran premi mereka memang masih cukup tinggi, terutama untuk kalangan menengah ke bawah. Premi biasanya bergantung dari jenis asuransi apa yang diambil serta perusahaan mana yang mereka ikuti.

Namun tentu saja tidak semua asuransi swasta memiliki premi hingga ratusan ribu rupiah, faktanya ada juga yang hanya puluhan ribu saja. Untuk premi sendiri, ada tenggat waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun.

Sekedar informasi:

  1. Makin tua umur peserta maka preminya akan semakin mahal.
  2. Premi juga akan semakin mahal jika peserta yang diasuransikan adalah seorang perokok.
  3. Ada perbedaan harga premi untuk peserta laki-laki dan perempuan

BPJS

Lalu, bagaimana dengan premi BPJS? Untuk BPJS Kesehatan sendiri memiliki premi yang relatif lebih murah dan terjangkau untuk kalangan menangah ke bawha. Bahkan ada juga gratis, khusus untuk mereka yang masuk kategori kurang mampu.

Selain itu, biasanya pekerja perusahaan sebagian besar iuran itu ditanggung oleh perusahaan, sementara untuk veteran sendiri iuran BPJS dibayar secara penuh oleh pemerintah.

Untuk anda yang berprofesi sebagai pekerja non formal seperti pedagang, nelayan, pengangguran, atau freelancer, iuran BPJS juga sangat terjangkau karena minimal mereka bisa membayar Rp 25.500 rupiah per bulan untuk perawatan kelas III di rumah sakit.

Oh ya, iuran BPJS ini ditarik setiap bulan dan ada denda sebesar 2 persen dari total iuran seandainya Anda telat membayar.

Informasi lainnya:

  1. Tidak ada perbedaan besaran iuran antara peserta tua dan muda
  2. Tidak ada perbedaan besaran premi antara peserta yang perokok dan bukan perokok
  3. Tidak ada perbedaan besaran premi antara peserta yang laki-laki dan perempuan

Kalau dari besaran premi sendiri, BPJS Kesehatan tentu akan lebih dipilih, karena angkanya lumayan terjangkau. Namun soal kualitas tentu mengikuti.

2. Dari Segi Manfaat

Setelah kita simak dari segi besaran iuran yang dibayarkan, sekarang mari kita lihat perbandingan BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan swasta dari segi manfaatnya: Berikut ini Perbandingan BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Swasta:

Asuransi Kesehatan Swasta

Kita lihat dulu bagaimana asuransi kesehatan swasta. Nah untuk manfaatnya sendiri, perlu sama-sama kita ketahui bahwa pihak asuransi kesehatan memberikan manfaat untuk rawat inap seperti kamar, operasi, ambulan, obat, jaminan kematian, kunjungan dokter dan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan perawatan pasien di rumah sakit. Manfaat ini diberikan oleh hampir semua atau mayoritas pihak asuransi swasta

Selain rawat inap, juga ada rawat jalan yang merupakan satu rangkaian setelah  pasien dirawat inap, dan itu memang satu paket dengan rawat inap.

Ingin asuransi untuk membantu pembayaran rawat jalan? Nah Anda diharuskan membayar sejumlah premi lagi dan itu cukup mahal. Selain itu asuransi kesehatan tidak memberi fasilitas untuk optik, gigi, dan kehamilan.

BPJS

Mari kita telisik untuk BPJS Kesehatan, apa manfaat utama dari BPJS Kesehatan sendiri?

Ternyata tidak hanya asuransi kesehatan swasta saja yang memberikan manfaat berupa rawat inap dan rawat jalan. BPJS Kesehatan ternyata juga memberikan pelayanan berupa rawat inap, rawat jalan, optik, gigi, dan kehamilan.

Bahkan lagi, BPJS Kesehatan juga memberi manfaat untuk layanan promotif dan preventif seperti penyuluhan, imunisasi, dan keluarga berencana. Selain itu ada manfaat non medis seperti ambulan. Bisa dibilang manfaat yang diberikan BPJS lebih lengkap dibanding asuransi kesehatan swasta.

Ternyata dari segi manfaat BPJS Kesehatan masih lebih unggul.

3. Plafon

Berikut ini perbedaan dari segi plafon manfaat:

Asuransi Kesehatan Swasta

Untuk asuransi swasta ada batasan limit manfaat atau plafon asuransi. Misal, pasien boleh dirawat di sebuah rumah sakit dan ditanggung oleh asuransi selama batas maksimum rawat inap yang sudah disetujui.

Begitu juga biaya-biaya rawat inap seperti kunjungan dokter, operasi, dan laboratorium punya limit biaya yang dicover asuransi. Seandainya Anda melebihi batas limit itu, Anda harus membayar sendiri.

Penghitungan plafon pada asuransi kesehatan swasta ada dua yaitu berdasarkan per-penyakit yang tidak memiliki batasan tahunan, atau berdasarkan waktu, misalnya plafon tahunan.

BPJS

Untuk BPJS Kesehatan tidak memiliki limit manfaat. Hal ini tentu saja menggembirakan untuk pasien karena berapapu biaya yang dibutuhkan untuk proses pengobatan semua biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Namun, ada catatan penting yang harus anda ketahui, yaitu anda harus mengikuti prosedur yang sudah menjadi SOP BPJS Kesehatan.

Prosedur tersebut meliputi ruangan perawatan sesuai dengan iuran yang mereka bayar jenis obat yang didapat juga sudah ditentukan, mengikuti SOP BPJS Kesehatan. Pokoknya BPJS akan membayar pengobatan pasien sampai dia sembuh benar. Biaya tambahan akan diminta pihak rumah sakit seandainya pasien ingin pindah ke ruang rawat lebih kelasnya lebih tinggi, atau pembelian sejumlah obat yang tidak ditanggung BPJS.

4. Dari Segi Penyakit Bawaan

Berikut ini Perbandingan BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Swasta yang berhubungan dengan penyakit bawaan:

Asuransi Kesehatan Swasta

Untuk penyakit bawaan, pihak asuransi swasta biasanya akan ada medical check up untuk memastikan apakah peserta asuransi menderita penyakit bawaan seperti jantung, gula darah dan lain-lain. Ini yang disebut pre-existing condition. Cek up yang sama juga akan dilakukan untuk seluruh anggota keluarga yang tertanggung dalam asuransi kesehatan tersebut.

Untuk ini, sebagian pihak asuran biasanya tidak akan menanggung penyakit bawaan. Meskipun dmeikian, ada juga sebagian pihak asuransi yang memberikan jaminan namun harus menjadi peserta asuransi selama dua tahun alias tidak serta merta. Artinya klaim untuk penyakit itu bisa dibayarkan setelah dua tahun.

BPJS

Untuk BPJS Kesehatan sendiri, semua penyakit, baik itu bawaan atau baru semua akan ditanggung oleh BPJS. Semua orang boleh ikut BPJS tanpa harus dilakukan medical check up terlebih dahulu. Calon peserta cukup mengisi formulir dan melengkapi persyarata kemudian membayar.

5. Layanan

Mari kita lihat dari segi pelayanan. Berikut ini kekurangan dan kelebihan masing-masing:

Asuransi Kesehatan Swasta

Dari segi pelayanan, asuransi swasta biasanya akan lebih cepat dan mudah. Anda bisa langsung ke rumah sakit untuk segera mendapatkan penanganan. Hampir semua rumah sakit menerima asuransi kesehatan sehingga prosesnya tidak sulit dan cenderung tidak berbelit-belit.

BPJS

Untuk BPJS Kesehatan, pasien harus mengikuti prosedur berjenjang. Pasien harus ke fasilitas kesehatan (faskes) I terlebih dahulu untuk mendapat rujukan.

Nah, jika faskes 1 merasa tidak sanggup menangani pasien lagi, barulah pasien akan mendapat surat rujukan ke rumah sakit yang menjadi mitra BPJS untuk pengobatan lebih lanjut. Birokrasi ini terkadang berbelit-belit.

Selain cukup panjang, antrian untuk mendapat pelayanan juga akan lama. Selain itu rumah sakit yang menjadi mitra BPJS masih sedikit dibanding rumah sakit yang menjadi mitra asuransi kesehatan.

Nah, jika kita lihat perbandingannya tentu saja pihak asuransi swasta lebih unggul dalam hal pelayanan.

6. Pilihan Rumah Sakit

Untuk rumah sakit, ada perbedaan yang mencolok antara asuransi swasta dan BPJS Kesehatan. Berikut ini diantaranya:

Asuransi Kesehatan Swasta

Dari segi piliha rumah sakit, asuransi swasta sangat mempermudah pasien. Dimana rumah sakit tersebut, pasien akan ditanggung oleh pihak asuransi.

Jadi anda bisa berobat kemanapun meskipun rumah sakit itu tidak memiliki kerja sama dengan asuransi milik Anda.

BPJS

Untuk BPJS Kesehatan, pasien hanya bisa berobat ke rumah sakit yang sudah ditunjuk BPJS begitu juga rumah sakit rujukannya. Jika pasien merasa tidak cocok dengan rumah sakit tersebut, maka pasien harus menunggu tiga bulan untuk merubah rumah sakit rujukan supaya sesuai dengan rumah sakit yang Anda inginkan.

Anehnya, sistem ini juga berlaku meskipun Anda sedang berada di luar kota dan mengalami sakit. Anda tetap harus meminta rujukan ke faskes I sebelum ke rumah sakit. Ketentuan BPJS akan dinafikan jika pasien dalam kondisi darurat. Tetapi Anda harus terlebih dulu tahu apa definisi darurat menurut BPJS.

Hal ini tentu saja membuat orang tidak nyaman dengan BPJS Kesehatan. Karena walau bagaimanapun, kenyamanan adalah hal utama. Sementara untuk BPJS Kesehatan sama sekali tidak memberikan kenyamanan kepada pasiennya dalam hal pemilihan rumah sakit.

Pasien peserta BPJS Kesehatan sepertinya tidak boleh sakit di tempat lain selain di sekitar dia tinggal, karena peserta BPJS harus mendapat rujukan dari Faskes 1 atau pihak Puskesmas.

Sementara untuk pihak asuransi kesehatan swasta biasa dimana saja dan kapan saja. Tentu saja sangat mempermudah.

7. Dari Segi Asuransi Jiwa

Mari kita kupas untuk jaminan dari segi asuransi jiwa. Berikut ini kupasan Perbandingan BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Swasta untuk anda:

Asuransi Kesehatan Swasta

Untuk asuransi swasta biasanya ada program fasilitas asuransi jiwa dalam programnya, sehingga bila peserta meninggal dunia, maka ahli warisnya akan menerima dana asuransi kematian.

BPJS

Untuk BPJS Kesehatan, tidak ada program asuransi jiwa sehingga tidak bisa diwariskan.

8. Batas Wilayah

Untuk kategori batas wilayah sepertinya sudah terbaca seperti apa penjabarannya bukan? Berikut ini diantaranya:

Asuransi Kesehatan Swasta

Untuk asuransi kesehatan swasta, maka tidak ada batasan wilayah dan waktu sehingga apabila anda sakit dimanapun baik itu di dalam negeri atau di luar negeri sekalipun maka anda bisa menikmati fasiltias asuransi kesehatan tersebut.

Pasti terlebih dahulu apakah pihak asuransi tersebut melayani sampai keluar negeri atau tidak.

BPJS

Untuk BPJS Kesehatan hanya melayani di dalam negeri saja. Dan menjadi catatan juga anda tidak bisa serta merta mendatangi rumah sakit yang ingin anda tuju, anda harus mendapat rujukan daari faskes 1.

9. Double Klaim

Untuk double klaim, berikut ini fakta yang harus anda ketahui :

Asuransi Kesehatan Swasta

Untuk asuransi swasta, pasien bisa melakukan double claim. Double claim yang dimaksud adalah saat Anda sakit dan membayar dengan asuransi kantor, Anda tetap bia melakukan klaim ke perusahaan asuransi sesuai manfaat asuransi yang diambil.

BPJS

Untuk BPJS Kesehatan pasien tidak bisa melakukan double claim. Jadi misalnya Anda sakit dan dibayar oleh asuransi kantor, Anda tidak bisa klaim lagi ke BPJS. Perlu diketahui BPJS hanya menerima klaim dari fasilitas kesehatan langsung dan tidak menerima klaim perorangan.

Setelah mendapat gambaran dari kami, kira-kira mana yang akan anda pilih? Pilihan tentu saja disesuaikan dengan harapan anda, bagaimana harapan anda kedepannya?

Dari masing-masing pengelola asuransi tentu saja memiliki kelebihan da kekurangannya, maka dari itu, mari lebih cermat dalam memilih.

Demikilah ulasan dari kami seputar Perbandingan BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Swasta. Semoga bisa menjadi referensi untuk anda semua.

Simak juga: 8 Fakta BPJS Kesehatan yang Harus Diketahui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *